Thursday, September 8, 2011

Cinta Malika

"Haha...Maybe you need a girlfriend," ujar Malika. "Mungkin... Tapi saya adalah Malam yang mencintai Matahari dengan seluruh jiwa."

Malika terkejut mendengar kalimat yang terasa familiar di telinganya tersebut. "Itu kan puisi Bulan, Bintang dan Matahari? Kau juga menyukainya? Kebetulan sekali..."

Tak disangka Malika bisa bertemu Rah. Sudah lama ia mendambakannya. Namun yang dijumpai kali ini bukan Rah dalam serial Harmonika yang ia kagumi itu, melainkan Ludwig. Sosok yang sama sekali berbeda.

Kecewakah Malika? Bagaimana dengan Nabie, sosok misterius yang tiba-tiba hadir diantara mereka?



Let's review... :)
Hmm, dasarnya cerita di novel ini tuh bagus banget. cuma bahasanya aja agak formal dan baku. Hehe. Baca cerita ini saya kayak liat Edward Cullen sama Robert Pattinson yang aslinya berbeda 180 derajat, kayak tokoh Rah yang diperanin Ludwig. Dan liat Jacob Black sama Taylor Lautner yang mirip tokoh Nabie disini. Bener nggak saya? Hehe.

Mungkin ceritanya agak muter-muter tapi menurut saya inti ceritanya cukup bagus. Bahwa dalam hidup ini kita harus bisa kerja keras untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Hehe. Seru deh, tapi tanpa menghiraukan gaya bahasanya yaaa... :)

Bagus untuk dibaca. Walaupun lagi2 saya telat mereview. Hehe.

After Office Hour

Dan, suatu hari, kita bertemu lagi. Waktu berbeda, siatuasi yang berbeda juga. Kalaupun ada yang tak berubah, hanyalah perasaanku kepadamu. Aku masih tak punya alasan untuk membalas perasaanmu.

Namun, kau terlalu keras keoala untuk mengakui ketidakcocokan kita. Kau berjudi dengan perasaan, seolah tak khawatir sewaktu-waktu aku bisa menyakitimu. Kau menjanjikan cinta dan aku malah menertawakanmu.

Akhirnya, kau berhenti - menyerah atau balik membenciku, aku sendiri tak tahu. Aku mencoba menghibur diri, berpikir kalau tanpamu aku pasti baik-baik saja. Tetapi, kenapa dadaku sesak saat melihat punggungmu pelan-pelan menjauh?
Apakah ini artinya aku harus balik mengejarmu?


Hmm, let's review again... :)
Welcome to Dahlian and Gielda Lafita's Story... Hehe. Untuk duet novel mereka yang satu ini, ceritanya juga dari masa lalu yang berusaha kembali meraih cintanya, yaitu Roy yang saat pertemuan mereka kembali ternyata adalah bos tempat Athea diterima bekerja untuk menjadi sekretarisnya. Yang ternyata sudah direncanakan Roy ketika Roy melihat lamaran pekerjaan Athea di meja HRD perusahaannya.

Athea ternyata sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki (Gilang) dari suaminya - Adhitya, yang ternyata sudah meninggal. Disamping itu, ada seseorang bernama Nelson yang merupakan sahabat baik Adhitya. Nelson selalu baik dan berusaha mendampingi Athea dan Gilang. Athea merasa Nelson merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Almarhum suaminya.

Namun pertemuan kembali Roy dan Athea yang tidak disangka-sangka Athea ternyata mampu membuat seluruh harinya menjadi sengsara karena ia harus mengingat kembali masa lalunya dengan Roy dan menghadapi Roy saat ini yang menjadi Bosnya, membuatnya merasa seakan-akan hidupnya yang paling menderita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, hatinya bisa luluh karena perlakuan Roy yang berbeda daripada dulu saat ia mengenalnya ketika sama-sama SMA.

So, siapa yang dipilih Athea? Nelson kah? atau Roy dari masa lalunya?
Masa lalu memang bisa memberikan pengaruh yang kuat dalam kehidupan kita. Bagaimana kita belajar untuk lebih baik dari pengalaman masa lalu apalagi jika masa lalu kita dengan seseorang tersebut tidak berjalan dengan baik alias pahit. Intinya, yah... memaafkan masa lalu dan berdamai dengannya. Karena seperti kata mutiara yang pernah saya denger dan saya kutip, dan sekarang mau saya kutiip lagi, hehe - kalau dengan memaafkan hati kita akan menjadi lebih lapang.

Bahasa novel ini Dahlian dan Gielda Lafita banget. Beberapa novelnya yang udah saya baca, kebanyakan menggunakan gaya bahasa yang sama dan seperti yang udah saya review di Promises,Promises kata-kata yang digunakan pun kurang lebih sama. But, overall novel ini cukup menarik untuk dibaca... :)

Walaupun saya telat reviewnya, tapi se-enggaknya lumayan lah buat menyalurkan pendapat saya tentang apa yang udah saya baca. Hehe.

Tuesday, September 6, 2011

XX


Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh, dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam. XX.

Selama bertahun-tahun, Liana menerima SMS yang berisi pernyataan cinta dari seseorang yang hanya menyebut dirinya sebagai XX. Liana tidak punya bayangan sedikitpun siapa orangnya yang setia memujanya demikian lama, sampai kemudian XX menyampaikan sesuatu yang hanya diketahui Liana dan sahabat-sahabatnya beserta suami-suami mereka.
Apakah ternyata XX ternyata salah satu dari suami-suami sahabat-sahabatnya itu?

Lalu apa artinya XX? Mengapa dia tidak menyebut dirinya X kalau hanya tidak ingin menyebut namanya? Kenapa harus XX?

Diantara banyak pertanyaan, hanya satu hal yang Liana yakini - XX pernah berada "satu frame" bersamanya di salah satu masa dalam hidupnya.

Liana harus menelusuri masa lalunya untuk menemukan pikiran sakit seseorang yang tak bisa berhenti mencinta.

Okeeeyy, it's time to review... :)
Dari sinopsisnya, pastinya kita mengira kalo tokoh utamanya disini Liana? Bener sih, tapi Liana cuma berperan sebagai objek penderita. Hehe. Pertama kita baca Bab I nya, ada tokoh Donna dan suaminya - Archie. Lalu dua sahabat lain beserta suami-suaminya : Putri - Doddy dan Mela - Akmal. 

Doddy dan Akmal semula menjadi calon kuat sebagai tersangka XX. Namun, dengan munculnya SMS-SMS baru dari XX dan argumen-argumen yang coba dirangkai Archie kesimpulan mereka tentang terlibatnya Doddy ataupun Akmal menjadi mentah lagi tapi justru para istri berkesimpulan lain - dengan kandidat tersangka baru yaitu Archie.

Bener nggak sih kalau selama ini yang menjadi XX itu adalah Archie?

Hmm, novel ini bener-bener unpredictable... pertama-tama kita diyakinkan kalo pelakunya adalah salah satu dari suami-suami mereka. Tapi semakin lama, saya jadi nggak yakin kalo pelakunya adalah salah satu dari suami mereka. Dan apa yang saya temukan di endingnya, bener-bener bikin saya nggak habis pikir. Hehe.
Selalu bikin penasaran sampai kita menyelesaikan novel ini.

Tapi ada beberapa hal yang bisa saya ambil maksudnya. Dengan memaafkan dan berusaha mengerti/memahami tentang perilaku orang lain terlebih orang terdekat kita, maka kita bisa membantu mereka memperbaiki perilakunya bahkan masa depannya. Orang yang salah dalam mengambil tindakan atau keputusan besar dalam hidupnya harusnya kita tuntun kearah yang lebih benar, bukannya malah dijauhi atau bahkan dicaci maki.

Penasaran? Cepetan deh cari bukunya. hehe, novel ini buat saya sih highly recommended. It's Awesome!!
:)

Promises, Promises

Setelah bertahun-tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi. Berdiri, berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan. Harusnya "Apa Kabar?" dan "Aku selalu memikirkanmu" bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita. Tapi, kau bergeming ditempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu. Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu. Tak ingin kau menyentuhku semudah itu. Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu... meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi. Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu - tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu. Namun, lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali.

Membuatku jatuh dan terluka lagi...

Let's reviewww... :)
Novel ini ceritanya tentang pertemuan kembali Evan dan Fiona karena Evan memakai jasa interior design tempat Fiona bekerja. Namun seiring dengan perjalanan waktu keadaan pun berubah. Evan telah menikah dengan Bianca - Artis yang sedang naik daun, namun sedang dalam proses perceraian. Sedankan Fiona telah memiliki seorang putri yang berusia 12 tahun. 

Bertemu kembali dengan Evan membuat Fiona bingung, sedih sekaligus marah. Karena berkat Evan, hidupnya sukses berubah menderita. Ayahnya meninggal terkena serangan jantung akibat mengetahui bahwa ia tengah hamil dan laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab malah pergi ke Jerman bahkan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya. Dan ia harus menerima gunjingan tetangganya.

Tapi, moment demi moment yang mereka lewati bersama, akhirnya mampu memluluhkan hati Fiona. Yah walaupun dengan beberapa halangan karena adanya Bianca, endingnya udah bisa ketebak. :) Ceritanya agak aneh menurut saya soalnya proses perceraian Evan dan Bianca nggak diceritain secara jelas trus tiba-tiba muncul lagi saat cerita udah mau ending.

Bahasa di novel ini khas Dahlian banget...bahkan saya nggak jarang menemukan kata-kata yang ada dalam novel ini sama dengan kata-kata yang ada dalam novel Dahlian sebelumnya. Hhe, sorry. Khas nya yang lain juga, ceritanya adalah orang-orang yang datang lagi dari masa lalu. Dan endingnya selalu : They live happily ever after.

Overall, novel ini cukup menarik untuk dibaca, so... baca yaaa. Hehe.

Monday, September 5, 2011

Coming Home

Hidup sendiri ternyata lebih gampang diucapkan ketimbang dijalani.

Mencari orang untuk dicintai sepenuh hati juga tak kalah rumitnya.

Tapi, tak ada yang lebih sulit daripada jatuh cinta kepada orang yang pernah membuatmu bersumpah tak akan pernah mencintai siapapun lagi.
Orang yang tak ingin lagi kau temui seumur hidup. Orang yang dulu pernah menduakan cintamu.

Orang yang bersamamu pernah bersumpah di hadapan Tuhan akan saling mencintai selamanya...

Ya, dialah orang yang kumaksud,

Dia yang kusebut sebagai 'mantan suamiku'.

Let's review... :)
Dari sinopsis belakang bukunya aja kita pasti udah tau kalo cerita novel ini tuh terpaut dengan kehidupan masa lalu tokoh utama - Amira dan Rayhan. Novel ini bener-bener bisa mengaduk-aduk perasaan kita. Soalnya kata demi kata yang terangkai menjadi kalimat terasa sangat sederhana tapi punya makna yang dalam. Saya bisa merasakan kepolosan Kirana, bagaimana sakit hatinya Amira karena masa lalu yang terlalu perih untuk dihadirkan kembali, dan bagaimana Rayhan berusaha untuk memperbaiki kesalahannya kepada Amira.

Semuanya terasa begitu nyata. Hehe. Saat bagaimana kenyataan demi kenyataan pahit yang harus dihadapi Rayhan yang mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik, tentang bagaimana Amira berperang dengan batinnya untuk bisa memaafkan Rayhan - Karena memaafkan itu sederhana. Dengan memaafkan, hati kita menjadi lebih lapang. 

Walaupun alur ceritanya maju mundur, tapi menurut saya pembaca nggak akan bingung. Bahagia, sedih dan galau nya bisa ikut kita rasain...So, kalo penasaran beli bukunya ya...atau pinjem juga boleh. Yang penting baca. Hahaha. Banyak kata2 mutiara yang bisa kita ambil dan coba kita mengerti maknanya untuk pelajaran kita. :)

Saturday, September 3, 2011

Why Does Novels Become My Hobby... :)

Kenapa?
Saya juga bingung...Hehe. Suka gitu aja, gag pake alasan. Ngerti kan maksudnya? Mungkin seperti kamu cinta sama seseorang, karena cinta gag butuh alasan kan? Nah kurang lebih kayak gitulah kecintaan saya untuk baca novel. Haha. Analogi yang aneh ya? Emang.

Kalo nggak mungkin alasan ini bisa dipake: saya suka berimajinasi. Eiits, jangan mikir yang aneh-aneh dan macem-macem. Hehe. Saya lebih suka baca bukunya daripada nonton filmnya. Dengan baca bukunya, saya bisa ikut terbawa emosi lebih dalam dibandingin sama nonton film...Bukan berarti saya nggak bisa nangis pas liat adegan sedih, ngakak pas ada adegan lucu, or mupeng pas ada adegan romantis. Hehe. 

Hmm, pokoknya I love read novels very much deh. Kalo saya itung-itung ya, buat menjalankan hobby saya yang satu ini bisa ngabisin uang jajan dan transport kerja saya. Ckckck. Tapi kamu tau kan rasanya nggak minum dan nggak ada air sama sekali saat kita ada di padang pasir? Nah kayak gitu deh rasanya saya kalo nggak baca novel satupun dalam sebulan. Hehe. Lebay lagi? Iya emang, sorry yaaa. :D

Saya suka jenis novel apa aja...Romance, Action, Adventure, trus yang cerita2 detektif, sampe novel2 gokil yang bisa bikin saya ketawa bego dan nggak jelas kayak Shitlicious dan Trilogi stres: Tuilet, NewEmon dan E'Pliss. Haha. Dan rasa penasaran saya pada setiap novel yang saya baca terbayarkan pas saya baca endingnya. Walaupun kadang-kadang nggak sesuai harapan dan bahkan mengecewakan, tapi ya itulah konsekuensinya. Hehe. Karena nggak semua kehidupan bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan kan?

Apa lagi? Saya juga bisa ngambil hikmah dan pelajaran yang bisa saya terapkan di kehidupan saya. Hmm, cukup menarik kan hanya dengan membaca? Hehe. Saya juga bisa tau hal-hal diluar sana yang aneh menurut saya kayak kehidupan kaum urban yang bener-bener diluar pengetahuan saya dan cukup menarik saat saya menemukan kata-kata inspiratif. :)

So, just try my hobby cause it's learn you so many things more than you know... :)