Monday, December 31, 2012

Dear Friend With Love


Title : Dear Friend With Love "Bolehkah Aku Mencintaimu?"
Author : Nurilla Iryani
Publisher : Stiletto Books
Pages : 146
Rate : 3/5


Katanya, A guy and a girl can't be just friends. Benarkah? How about Karin and Rama?

Delapan tahun! Itu bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Tapi yang aku dapat selama ini justru semua cerita saat kamu jatuh cinta dengan puluhan wanita lain diluar sana. Puluhan wanita yang selalu berakhir membuatmu kecewa. Rama, sadarkah kamu, wanita yang nggak akan pernah mengecewakanmu justru berada di dekatmu selama ini? Aku. Sahabatmu tolol!

Satu diantara seribu alasan kenapa gue nyaman bersahabat dengan Karin adalah ketidakwarasannya membuat gue tetap waras di tengah gilanya kehidupan Jakarta. Ya, dia adalah teman adu tolol favorit gue. Oh iya, gue punya satu lagi alasan : dia cantik banget, man! Nggak malu-maluin buat diajak ke pesta kawinan kalau gue kebetulan sedang jomblo. Paket komplit!


"Tuyul!" seru pria itu ketika melihatku sudah berdiri di hadapannya.
       Perkenalkan, my hunny bunny sugar pie, Rama. Rama Adrian, lengkapnya. My lovely love.
But sadly, I'm not his love. I'm his forever best firend!

Karin dan Rama, sahabat sejak delapan tahun yang lalu. Saat mereka sama-sama bolos dari ospek dan sukses nyasar di kampus yang gedenya satu kelurahan. ;D Mereka ambil jurusan IT. Padahal sama-sama bolot dengan yang namanya komputer ataupun ilmu-ilmu yang nyangkut disana. Berdasarkan kesamaan-kesamaan itu, mereka jadi klop banget. Tapi rupanya, jurusan kuliah itu nggak berlaku saat mereka lulus. Rama kerja di broadcasting sedangkan Karin sebagai fashion line dan punya dua butik. 

Tapi yang Rama nggak tahu adalah, kalau Karin ternyata naksir Rama. Sedangkan Rama, sibuk memperkenalkan setiap pacar barunya ke Karin. Kelakuan Rama yang satu itu bikin Karin cuma bisa miris sendiri. Apalagi kalau Rama udah nyinggung tentang status single Karin. Sampe berpikiran kalau Karin itu lesbi. Sakit hati Karin maksimal pas Rama minta saran Karin untuk ngelamar si Cicit - Pacar Rama yang diyakini Rama adalah cinta terakhirnya (uhueeek). Sedangkan nasib percintaan Karin lagi sial karena mau dijodohin orangtuanya dengan Adam - teman SD nya sewaktu di negeri orang yang sering dia bully.

Semakin Rama menjadi, semakin Karin menghindar. Untung ada Adam - yang ternyata gantengnya kaya artis Rio Dewanto dan baiknya kayak malaikat. ;D Adam yang selalu jadi penghilang bete nya Karin karena Rama. Lama-lama Rama ngerasa kehilangan juga. Semakin lama Cicit merasa insecure dengan status Karin sebagai sahabat terdekat Rama.

Camar Biru


Title : Camar Biru
Author : Nilam Suri
Publisher : GagasMedia
Pages : 279 

Rate : 2/5


Aku membutuhkanmu.
Kau terasa tepat untukku. Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku.
Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu -- dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu.
Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti itu.

Aku membutuhkanmu.
Ya cinta, ya waktumu. Dan kau sudah melihat jujur dan juga munafikku.
Bahkan disaat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku.
Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan disini, bersamaku.

Aku membutuhkanmu - dan bisa jadi... aku mencintaimu.
Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu. Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku.


"Hari ini 10 tahun, Dith. So?"

"Namanya juga sumpah, nggak boleh dilanggar. So, let us get married."
"Let's."

Ya tuhaan....

Buku ini dibuka dengan kepastian janji Nina dan Adith untuk menikah setelah sepuluh tahun mereka membuat janji untuk menikahi satu sama lain kalo diantara mereka sama-sama belum punya pacar. Janji yang mereka buat saat sama-sama mabuk berat dan menandai sumpah mereka dengan dua camar biru yang dibuat nina dari kertas. 

Nina dan Adith adalah dua orang sahabat dari kecil. Rumah mereka bersebelahan. Selain mereka berdua ada dua orang lagi. Kakak-kakak mereka. Naren - Kakak Nina dan Sinar - Kakak Adhit. Jadilah mereka bermain berempat. Hubungan mereka terlalu akrab. Apapun yang mereka lakukan selalu bersama-sama dan kebiasaan itu berlangsung sampai mereka tumbuh dewasa. Sayangnya, sebuah kecelakaan yang menimpa Naren dan Nina harus memisahkan Naren dari mereka berempat. Sinar - yang sangat dekat dengan Naren lebih memilih studi keluar negeri untuk melupakan semua kesedihannya. Tinggallah Nina dan Adhit yang saling menguatkan satu sama lain. Apalagi kehadiran Nina yang dianggap oleh Ibunya adalah penyebab kematian Naren - anak kesayangannya. Sedangkan Ayahnya nggak bisa berbuat apa-apa untuk membela Nina.

Akhirnya, Nina memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyewa sebuah apartemen yang cukup untuk dirinya sendiri. Setelah kematian Naren, Nina berubah total. Dari gadis manis yang suka dengan aksesoris yang warna-warni menjadi gadis pendiam yang kesepian dan banyak memendam kekecewaan. Selain Adhit ada Danish sebagai sahabat Nina. Dunia Nina hanya berputar dengan Adhit dan Danish. Walaupun ada mereka yang siap mendengarkan keluh kesah Nina, Nina lebih memilih untuk merasakan kesedihannya sendirian. Termasuk mimpi buruk yang selalu hadir saat ia tidur. Tentang kecelakaan yang ia alami bersama Naren, dan tentang hal lain yang ternyata adalah alasan sebenarnya mengapa Nina berubah.

Nah, balik lagi tentang permasalahan janji Nina dan Adith, mereka sepakat untuk married. Nggak mudah untuk Nina kembali kerumah orangtuanya untuk memberi kabar pernikahan mereka. Karena Ibunya sama sekali masih dingin dan tetap menyalahkan Nina atas kematian Naren. Sampai akhirnya, Nina nggak tahan lagi dan menangis sejadi-jadinya dan berjanji untuk berhenti merasa bersalah. Adith nggak tega ninggalin Nina sendirian di apartemennya memutuskan untuk menemani Nina. Sampai suatu tindakan Adith mengingatkan Nina sama mimpi buruknya setiap malam... membuat Adith begitu kaget dan marah setengah mati...

Apa mereka bakalan tetep ngelanjutin rencana marriednya? ;)

Thursday, November 29, 2012

Hello Goodbye


Title : HelloGoodbye
Author : Ayu Widya
Publisher : Qanita
Pages : 160
Rate : 4/5
Kini, aku yakin dimana titik awal itu. Di sini. Di tempat pertama kali aku melihat dia. Mungkin sekaligus tempat terakhir kali aku bisa melihatnya. Jadi, bagaimana aku harus menyapanya saat aku berdiri di titik akhir sekaligus titik awal ini? Hello? Goodbye? 
Hidup adalah rangkaian persimpangan, tempat manusia bertemu dan berpisah
Indah, seorang diplomat yang bertugas di KBRI Korea. Dia menikmati kesendiriannya. Tanpa ikatan, tanpa teman. Kala sebuah tugas mewajibkannya menjaga Abi, seorang pelaut Indonesia yang jatuh sakit di Korea, Indah keberatan. Apalagi Abi seorang pria yang menyebalkan, rewel, susah didekati, dan banyak tuntutan. Indah melakukan tugasnya setengah hati. Mencatat kondisi kesehatan Abi, berkonsultasi dengan dokter, dan mengawasi asupan obatnya. Bisa dibilang Indah sebagai Babysitter Abi yang tak mau mendengar semua saran dari dokter dan dirinya. Seakan pria itu memang ingin mati.

Indah tak sabar menunggu kedatangan kapal yang akan membawa Abi pergi dari hidupnya. Namun, lambat laun, kedua hati yang beku itu meleleh. Memunculkan luka-luka yang tersembunyi. Luka-luka yang kemudian mereka bagi dalam kesunyian. Dan tatkala hati mulai tertambat, perpisahan pun tak terelakkan... Akankan hidup mereka bersimpangan kembali? Ataukah perjumpaan mereka hanyalah persimpangan sementara yang takkan kembali?


Berhubung di cover belakangnya udah menjelaskan cerita, saya cuma mau kasih pendapat aja tentang buku ini. Hehe.

Nggak nyesel saya beli buku ini pas kemarin ada Indonesia Book Fair di Senayan. Hehe. Ceritanya begitu mengalir, bagus, dan menimbulkan kesan yang dalam (Apasih? :D ). Temanya klise tapi ceritanya bener-bener beda. Tentang dua orang yang dipertemukan takdir. Dari saling membenci, lalu membutuhkan dan ingin bersama. Jenis cinta yang nggak harus diungkapkan dengan pernyataan "I love you". Karena sepanjang cerita nggak ada kalimat itu satu pun. Whoaaaa, I love it!! Penulis bener-bener ngasih bahan bacaan yang beda dengan bahasanya yang halus dan mengalir. 

Berhubung ini novel adaptasi yang pemerannya udah jelas, jadi saya nggak perlu repot-repot mengembangkan imajinasi saya. Ehehe. Banyak quote yang saya suka dari buku ini. 
Saat ini kapal-kapal kami merapat di pelabuhan yang sama, tapi entah sampai kapan kami tetap bersama. Dunia ini sebuah samudera yang mahaluas, dan kapal-kapal berseliweran, berpotongan jalan. Kadang hanya bersimpangan tanpa kontak, kadang hanya membunyikan peluit, tetapi kadang juga sempat berlabuh di pelabuhan yang sama. Namun, semua hanya sementara, semua kapal punya tujuan yang ingin mereka capai. Bagaimana dengan aku?
Terlalu fokus sama tujuan suka bikin kita lupa nikmatin perjalanan. Menikmati perjalanan. Bagaimana kau bisa menikmati perjalanan kalau perjalanan itu bisa membuatmu melupakan tujuan? Tujuan yang sudah kau cita-citakan sejak dulu?

Kalo nge-rate di Goodreads, saya kasih 4/5.. Suka bangeeeeeeeet buku ini. Dengan baca buku ini saya udah bisa bayangin gimana filmnya. Haruss nonton! Hehe. 


Monday, November 12, 2012

Goodbye Happiness

Judul Buku : Goodbye Happiness
Penulis : Arini Putri
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 320 Halaman
Tahun Terbit: 2012




Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.



Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.



Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.




Krystal bukan termasuk anak yang populer di sekolah. Dia berteman dengan Mia dan Ara. Dua orang yang mulanya ia anggap sahabat, namun ternyata Mia dan Ara lebih dekat dari yang ia pikir. Karena Krystal selalu menjadi yang terakhir diberitahu tentang apa yang sedang terjadi diantara mereka. Lama-lama Krystal menganggap kalau "sahabat" nya itu hanya sebatas teman biasa. Lalu, Krystal seperti trauma dengan kata2 sahabat dan memiliki pemahaman lain tentang sahabat. 

Kemudian Skan datang begitu saja dalam hidupnya. Memberinya senyum "penghipnotis" dan berbagi mimpi. Tentang Skan yang ingin menjadi fotografer profesional dan Krystal yang ingin menjadi aktris dengan kemampuan akting yang baik. Skan memberinya nama Tink dari tokoh kartun Tinkerbell dan Skan sendiri adalah Peter Pan bagi Krystal. Mereka satu sama lain saling mendukung. Hingga tercipta dunia dimana hanya ada mereka berdua; Skan dan Krystal - Peter Pan dan Tinkerbell. Hidup Krystal bahkan hanya berpusat pada Skan, tidak ada Mia, Ara, ataupun yang lainnya. Skan begitu dekat dengan keluarga Krystal dan sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga Krystal. Sampai saat kelulusan tiba, Krystal ternyata diterima di Chung-Ah University, Korea di Departemen Seni (eh bener gag sih? :D hehe). Skan marah karena Krystal sama sekali tidak memberi tahu Skan. Namun pada akhirnya, Skan juga mengajukan beasiswa di Universitas itu dengan fakultas yang berbeda dan diterima. Hingga akhirnya mereka berdua kuliah di Korea, dan mulailah berbagai konflik disana. 

Dari kampusnya tersebut ia akhirnya bergabung dengan NK Entertainment dan bertemu dengan Park Seung Ho. Seniornya yang telah memulai debutnya dan bersedia membantu apapun kesulitan Krystal di NK Entertainment. Skan pun diterima sebagai fotografer di majalah FAME dan dekat dengan salah satu modelnya. Seiring berjalannya waktu, Skan dan Krystal menjauh. Apa mereka bisa balik lagi seperti masa SMA dulu? Makanya beli.. Ehehe.



So let's review..

Ini karyanya Arini Putri yang kedua. Yang pertama judulnya Rain Over Me saya udah baca. Dan settingnya selalu di Korea. Pertama, liat covernya aja bener2 menarik hati ya? GagasMedia emang jago banget kalo bikin cover buku. Pasti bikin ngiler dan ujung2nya bikin kantong saya bolong. Hehe. Kedua, liat review nya di Goodreads banyak yang bilang kalo buku ini bagus. Jadilah saya beli ini buku.


Buat yang nggak suka Korea dan semua hal tentang Korea, skip ajahh.. Soalnya ini novel Korea banget.  Bener2 kayak saya lagi nonton drama Korea. Pas saya baca, Arini Putri bener2 bikin cerita yang ngalir. Alurnya rapi dan nggak bikin bingung walaupun ceritanya sempet flashback ke Masa SMA Krystal dan Skan. Chemistry antara Skan dan Krystal itu bener2 bikin saya geregetan. Dan analogi antara Peterpan dengan Tinkerbell itu lumayan terngiang-ngiang di kepala saya. Mereka jadi semacam ciri khas "goodbye happiness" ini. Jadi kalo denger Peterpan dan Tinkerbell langsung keinget buku ini. Hehe. Dari awal baca ceritanya udah mulai nyita emosi. Sampe ke tengah konfliknya tambah jadi sampe di ending cerita. Dua jempol deh buat konfliknya. :D


Penuturan cerita Arini Putri bikin saya jatuh cinta sama tulisannya. Tapi kalo bisa, saya nunggu2 nih karya Arini dengan setting negara lain atau mungkin dengan setting di Indonesia malah. ;)

Overall, saya suka ceritanya.. Tappiii...
  1. Karakter Krystal bener2 bikin gemes sampe kadang kesel sendiri. Itu kok bisa ya ada cewek selemah itu? Gemeesss sayaaa!!! :D
  2. Tapi walaupun settingnya di Korea, penulis nggak banyak ngejelasin hal yang menyangkut budaya Korea. 
  3. Gagas kenapa selalu ada typo siih di tiap bukunya? Kan ganggu banget. 
Jadi, kalo nge-rate di goodreads, saya kasih 3/5.. :D


Cheers,

Lina

Thursday, November 1, 2012

Doze Of Books ;)

Hellooow woorld...
Oktober kemarin banyak buku baru yang terbit ya? Dan semuanya bener-bener ngajakin miskin sebulan. 
Adduuuh kalo mampir toko buku rasanya pengen nginep aja disitu, baca gratisan buku-buku yang unyu-unyu itu. Nggak papa deh kalo disuruh nyapu atau ngepel itu toko buku asal bisa saya pinjem itu buku pulang kerumah. Ahaha. #mulaigila.


Dan dari begitu banyak buku yang saya pengen, akhirnya terbelilah 3 buku bulan kemarin... ;p Rencananya sih saya mau beli selusin, tapi apa daya kantong tak sampai. Jadinya cuma kebeli 3 deh. Berarti kurang 9 ya supaya jadi selusin? Doakan saya yaa!! ;p


Pengen cepet2 selesein ini semua.. ;p
Udah baca buku-buku itu beluum? Dari tiga buku itu saya paling pengen cepet nyelesein "The Tokyo Zodiac Murders". Soalnya baca di banyak resensi yang saya cari di google, katanya buku itu bagus banget, lebih bagus dari Sherlock Holmes. Ah tapi saya nggak tau pasti. Yang pasti saya pengen cepet baca dan selesein buku itu. Ehehe.


Kalo yang "Goodbye Happiness" itu karya keduanya Arini Putri. Kenapa saya pilih buku itu? Karena buku pertama dia yang Rain Over Me ceritanya nggak mengecewakan. Hehe. Jadi saya comot deh buku ini dari bukukita.com ;)



Yang terakhir, judulnya "My Boyfriend's Wedding Dress". Saya beli itu karena saya udah baca karya Kim Eun Joung yang sebelumnya. Judulnya "So, I Married The Anti-Fan". Lucuuu ceritanya, tapi juga sweet khasnya drama Korea. Jadi saya pikir, kayaknya buku dia yang ini juga bagus. Hehe.







Dan berhubung saya juga lagi keracunan drama Korea, imajinasinya jadi seru. Karena tokoh2nya kebayang pake artis Korea yang lucu2 dan imut2 itu. Ahaha #Labil. Maaf pemirsaah. Next time, kalo saya udah selese baca bukunya saya resensiin smeua deh. :D



Aaah, Selamat membacaaa!!! Senangnyaa. ;p







Cheers,



Lina ;)

Sunday, July 29, 2012

Ayahku (Bukan) Pembohong


Title : Ayahku (Bukan) Pembohong
Author : Tere-Liye
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Pages : 304
Rate : 4/5


Kapan kita terakhir kali memeluk Ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci Ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halam terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui Ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, seperti yang tertulis diatas, novel ini menceritakan tentang hubungan Ayah dan anaknya. Begitu eratnya hubungan mereka. Dam hidup sederhana dan dengan didikan yang disiplin dari Ayahnya serta kelembutan sang Ibu. Keluarga mereka adalah keluarga yang dihormati karena kesederhanaannya. Dam menganggap Ayahnya sebagai panutan hidupnya dan idolanya. Dam sangat senang mendengarkan dongeng-dongeng Ayah. Tanpa berpikir apakah itu benar atau memang hanya dongeng pengantar tidur. 

Ada beberapa dongeng yang diceritakan dalam novel ini. 


Pertama, cerita tentang sang kapten nomor sepuluh yang menjadi idola Dam. Ayah bercerita bahwa saat Ia menempuh pendidikan master hukum nya di luar negeri, saat itulah Ayah bertemu dengan sang Kapten yang masih berumur delapan tahun. Kala itu, sang Kapten bekerja sebagai pengantar sup yang sering dipesan Ayah. Ayahnya bilang, sang Kapten rajin berlatih tetapi hanya dengan menggunakan bola kasti karena tidak mampu membeli bola tendang yang bagus. Kemudian, sang kapten hendak mengikuti seleksi pemain sepak bola. Namun ia ditolak karena tinggi badannya tidak mencukupi standar. Pada akhirnya, Ayahnya Dam lah yang membantu sang Kapten mengikuti seleksi dan masuk klub tersebut.


Cerita Ayah tentang sang Kapten kemudian memotivasi Dam untuk menjadi anggota klub renang terbaik dikotanya walaupun harus bersaing dengan Jarjit yang sangat ia benci karena selalu mencari masalah dengannya. Daya juang Dam sangat besar untuk mencapai cita-citanya dan hidup dalam kesederhanaan seperti sang Kapten. Ia selalu bekerja keras untuk hidupnya, termasuk menjadi loper koran setiap pagi.


Kedua, cerita tentang lembah Bukhara. Lembah Bukhara awalnya adalah tempat yang subur dan lebat dengan hutan. Hingga suatu ketika, salah satu penduduk lembah tersebut menemukan tempat di dekat sungai mengandung banyak emas. Lama-lama, banyak penduduk yang tahu akan keberadaan emas tersebut. Mereka menggali terus menerus dan mengambil sebanyak-banyaknya emas yang ada disana, hingga lembah yang tadinya subur dan hijau menjadi ladang tandus dan air sulit didapat. Kemiskinan dan kelaparan pun terjadi. Banyak terjadi tindak kejahatan. Ketika itu datanglah Amir Khan yang baru pulang dari menuntut ilmu dan mendapati lembah itu menjadi daerah yang menyedihkan dan terisolasi. Beliau perlahan-lahan berusaha mengembalikan keadaan lembah Bukhara dengan menerapkan ilmu yang didapatnya dan mengajak penduduk lembah untuk berhenti mengeruk emas. Ia mengajarkan penduduk lembah cara bercocok tanam dengan baik dan dengan tekhnologi yang maju pada saat itu. Ayah Dam datang ke lembah Bukhara dalam salah satu pengembaraannya dan disambut dengan sangat baik oleh Amir Khan dan dijamu dengan sebutir apel emas yang hanya berbuah satu tahun sekali dan hanya ada satu buah.


Seiring dengan pertumbuhan Dam menjadi dewasa, ia mulai meragukan kebenaran cerita-cerita Ayahnya. Sampai ia menemukan dua buku dongeng di perpustakaan tentang lembah bukhara dan suku penguasa angin yang suka diceritakan Ayahnya. Ia menemukan berbagai pertanyaan yang bermunculan di benaknya yang terasa ganjil untuk diterima logika dan nalarnya. 


Saat Dam hendak menanyakan kebenaran cerita Ayah, ibunya sakit parah. Hingga ia tersadar, apakah cukup ia hidup dengan banyak dipenuhi dongeng yang sulit diterima logika dan nalarnya. Apakah selama ini ibunya hidup bahagia dengan segala kesederhanaan yang selalu Ayah tanamkan dalam keluarga mereka ? Sampai akhirnya ia berhenti mempercayai cerita Ayahnya dan merasa sangat marah. Ia berjanji tidak akan mendidik anak-anaknya dengan cara yang sama seperti Ayah. 


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Novel ini betul-betul menjelaskan kepada saya bahwa bagaimanapun Ayah saya mendidik  saya, itulah cara terbaiknya untuk menjadikan kita yang terbaik. Walaupun orang tua tak selalu benar dan anak tak selalu salah. Tapi, percayalah.. Orang tua hanya ingin yang terbaik untuk kita, untuk kehidupan kita. Bagaimanapun, kita harus menjaga orangtua kita dengan baik. Jangan sampai penyesalan yang pada akhirnya datang saat kita tidak lagi bisa melihat kedua orangtua kita.

Ya, pelajaran sederhana yang terkadang bisa kita sepelekan tanpa sadar. Karena terkadang kita masing-masing merasa paling benar. Begitu banyak pelajaran hidup dalam novel karya Tere Liye ini. 


Salah satu yang membekas di ingatan saya adalah tentang definisi kebahagiaan. 

"Itu pertanyaan terpenting Ayah. Apa hakikat sejati kebahagiaan hidup? Apa definisi kebahagiaan? Kenapa kita tiba-tiba merasa senang dengan sebuah hadiah, kabar baik, atau keberuntungan? Mengapa kita tiba-tiba sebaliknya merasa sedih dengan sebuah kejadian, kehilangan, atau sekadar kabar buruk? Kenapa hidup kita seperti dikendalikan sebuah benda yang bernama hati?...."
Dan jawabannya adalah..
 "......  Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kabahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu datang dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hatimu dangkal, hati kau keruh berkepanjangan."
"Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Mata air di dalam hati konkret Dam. Aman terlihat. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. Sementara orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. Padahal apa susahnya ikut senang."
 What a great definiton kan?!! Hehe. Buku ini wajib baca buat semua anak yang cinta orang tua nya. :)) Highly recommended for y'all. Saya rate 4/5 bintang. Really-really like it! Yeah. Dijamin bakalan nemu banyak arti kehidupan di buku ini yang bisa kita coba terapin di kehidupan kita sehari-hari. 


Love,



Linaaa :)