Showing posts with label Dahlian. Show all posts
Showing posts with label Dahlian. Show all posts

Friday, April 5, 2013

Andai Kau Tahu

Title : Andai Kau Tahu
Author : Dahlian
Publisher : Gagas Media
Pages : 364
Rate : 2.5/5


Pengakuannya membuatku merona. Dalam sesaat aku terpaku memandangnya... seolah dia hanya imaji belaka. Bahwa semua ini hanya mimpi di suatu malam.

Seolah tak mengerti kejengahanku, kejujuran demi kejujuran meluncur keluar dari bibirnya. Tentang pujian tulusnya akan maknaku di hidupnya. Tentang harapannya akan diriku yang hadir di hidupnya selamanya.

Aku belum cukup mengenalnya. Aku tak pernah memikirkannya. Jadi, bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya, bahwa perasaanku dan perasaannya tidak berada di garis yang sama?

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Ya Ampuuun, kalau sudah bosan hidup jangan ajak-ajak dong, Om!"
"Memangnya nggak liat lampu merah ya, Om?" 

Kisah ini dimulai dengan pertemuan yang kurang menyenangkan antara Tania dan Reza. Reza menabrak mobil Tania karena sedang terburu-buru ke rumah sakit. Tania kabur dari rumah karena menolak perjodohan yang direncanakan ayahnya. Ayahnya adalah seorang dokter yang memiliki sebuah rumah sakit besar. Ayahnya ingin agar Tania menikah dengan jodoh yang dipilihkan beliau. Seorang dokter bedah saraf yang merupakan anak dari sahabat baik Ayahnya - Anak dr. Mahendra. Tapi, Tania menolak karena pertama, Tania membenci profesi dokter. Kebencian itu disebabkan karena Ayahnya yang dirasanya tidak pernah memberikan perhatian kepada keluarga, bahkan hingga mendiang Ibunya meninggal karena kanker rahim, Ayahnya tidak ada disana menemani kesedihan Tania. beliau sibuk mengurung diri di laboratorium rumah sakit. Kedua, Tania sudah memiliki pacar. Seorang musisi yang belum terkenal - Hendrik. 

Thursday, September 8, 2011

After Office Hour

Dan, suatu hari, kita bertemu lagi. Waktu berbeda, siatuasi yang berbeda juga. Kalaupun ada yang tak berubah, hanyalah perasaanku kepadamu. Aku masih tak punya alasan untuk membalas perasaanmu.

Namun, kau terlalu keras keoala untuk mengakui ketidakcocokan kita. Kau berjudi dengan perasaan, seolah tak khawatir sewaktu-waktu aku bisa menyakitimu. Kau menjanjikan cinta dan aku malah menertawakanmu.

Akhirnya, kau berhenti - menyerah atau balik membenciku, aku sendiri tak tahu. Aku mencoba menghibur diri, berpikir kalau tanpamu aku pasti baik-baik saja. Tetapi, kenapa dadaku sesak saat melihat punggungmu pelan-pelan menjauh?
Apakah ini artinya aku harus balik mengejarmu?


Hmm, let's review again... :)
Welcome to Dahlian and Gielda Lafita's Story... Hehe. Untuk duet novel mereka yang satu ini, ceritanya juga dari masa lalu yang berusaha kembali meraih cintanya, yaitu Roy yang saat pertemuan mereka kembali ternyata adalah bos tempat Athea diterima bekerja untuk menjadi sekretarisnya. Yang ternyata sudah direncanakan Roy ketika Roy melihat lamaran pekerjaan Athea di meja HRD perusahaannya.

Athea ternyata sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki (Gilang) dari suaminya - Adhitya, yang ternyata sudah meninggal. Disamping itu, ada seseorang bernama Nelson yang merupakan sahabat baik Adhitya. Nelson selalu baik dan berusaha mendampingi Athea dan Gilang. Athea merasa Nelson merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Almarhum suaminya.

Namun pertemuan kembali Roy dan Athea yang tidak disangka-sangka Athea ternyata mampu membuat seluruh harinya menjadi sengsara karena ia harus mengingat kembali masa lalunya dengan Roy dan menghadapi Roy saat ini yang menjadi Bosnya, membuatnya merasa seakan-akan hidupnya yang paling menderita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, hatinya bisa luluh karena perlakuan Roy yang berbeda daripada dulu saat ia mengenalnya ketika sama-sama SMA.

So, siapa yang dipilih Athea? Nelson kah? atau Roy dari masa lalunya?
Masa lalu memang bisa memberikan pengaruh yang kuat dalam kehidupan kita. Bagaimana kita belajar untuk lebih baik dari pengalaman masa lalu apalagi jika masa lalu kita dengan seseorang tersebut tidak berjalan dengan baik alias pahit. Intinya, yah... memaafkan masa lalu dan berdamai dengannya. Karena seperti kata mutiara yang pernah saya denger dan saya kutip, dan sekarang mau saya kutiip lagi, hehe - kalau dengan memaafkan hati kita akan menjadi lebih lapang.

Bahasa novel ini Dahlian dan Gielda Lafita banget. Beberapa novelnya yang udah saya baca, kebanyakan menggunakan gaya bahasa yang sama dan seperti yang udah saya review di Promises,Promises kata-kata yang digunakan pun kurang lebih sama. But, overall novel ini cukup menarik untuk dibaca... :)

Walaupun saya telat reviewnya, tapi se-enggaknya lumayan lah buat menyalurkan pendapat saya tentang apa yang udah saya baca. Hehe.

Tuesday, September 6, 2011

Promises, Promises

Setelah bertahun-tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi. Berdiri, berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan. Harusnya "Apa Kabar?" dan "Aku selalu memikirkanmu" bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita. Tapi, kau bergeming ditempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu. Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu. Tak ingin kau menyentuhku semudah itu. Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu... meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi. Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu - tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu. Namun, lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali.

Membuatku jatuh dan terluka lagi...

Let's reviewww... :)
Novel ini ceritanya tentang pertemuan kembali Evan dan Fiona karena Evan memakai jasa interior design tempat Fiona bekerja. Namun seiring dengan perjalanan waktu keadaan pun berubah. Evan telah menikah dengan Bianca - Artis yang sedang naik daun, namun sedang dalam proses perceraian. Sedankan Fiona telah memiliki seorang putri yang berusia 12 tahun. 

Bertemu kembali dengan Evan membuat Fiona bingung, sedih sekaligus marah. Karena berkat Evan, hidupnya sukses berubah menderita. Ayahnya meninggal terkena serangan jantung akibat mengetahui bahwa ia tengah hamil dan laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab malah pergi ke Jerman bahkan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya. Dan ia harus menerima gunjingan tetangganya.

Tapi, moment demi moment yang mereka lewati bersama, akhirnya mampu memluluhkan hati Fiona. Yah walaupun dengan beberapa halangan karena adanya Bianca, endingnya udah bisa ketebak. :) Ceritanya agak aneh menurut saya soalnya proses perceraian Evan dan Bianca nggak diceritain secara jelas trus tiba-tiba muncul lagi saat cerita udah mau ending.

Bahasa di novel ini khas Dahlian banget...bahkan saya nggak jarang menemukan kata-kata yang ada dalam novel ini sama dengan kata-kata yang ada dalam novel Dahlian sebelumnya. Hhe, sorry. Khas nya yang lain juga, ceritanya adalah orang-orang yang datang lagi dari masa lalu. Dan endingnya selalu : They live happily ever after.

Overall, novel ini cukup menarik untuk dibaca, so... baca yaaa. Hehe.

Thursday, September 1, 2011

The Pilot's Woman, Tinggallah Di Hatiku Selamanya

A novel By Dahlian

Kau membuat semuanya terasa mudah...

Kau tak mendesakku untuk langsung percaya
- Kau menunggu. Kau tak berjanji akan membuat luka dihatiku benar-benar sembuh, tapi kau bersedia menangis dan merasakan sakitnya bersamaku. Tak peduli sebanyak apa aku menyangkal arti dirimu, kau tetap disini bersamaku.

Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu. 
Aku tak bisa membayangkan hari-hari tanpa senyumanmu.
Bagaimana rasanya hidup tanpa suara tawamu?
Aku tak tahu. Aku tak ingin tahu.
Jadi, beri aku sedikit waktu.
Aku akan berusaha semampuku.
Sampai bisa mencintaimu sebesar kau mencintaiku.

Sedikit waktu lagi sampai aku layak mendapatkanmu.


Novel roman ini mengajarkan kita bagaimana menghargai kehidupan kita setiap detiknya. Bersabar dalam menjalani takdirNYA dan berpikiran positif untuk dapat melangkah maju, mengalahkan semua pikiran negatif kita yang belum tentu akan terjadi. 

Membaca buku ini saya jadi belajar mencintai ketidaksempurnaan...karena ketidaksempurnaan seseorang adalah kehendakNYA. Mereka tidak pernah meminta untuk menjadi tidak sempurna.

Tokoh Erick Corsair adalah gambaran perjuangan seseorang yang bangkit dalam keterpurukan saat semua hidup sempurnanya tibatiba hancur dalam sekejap saat kecelakaan pesawat. Kehilangan cita-cita yang sudah diraihnya, dan kekasihnya bukanlah hal mudah untuk dihadapi. Tetapi Renata datang dengan ketulusan untuk memberinya semangat dan cinta. Cinta yang tidak memandang ketidaksempurnaan sebagai penghalang. Apakah Erick berhasil bangkit dari keterpurukannya?

Because Love, is learning to understand someone imperfect... :)



Hmm, beli beli beli... Hehe.
Gag bakal nyesel deh :)

Sunday, August 28, 2011

Baby Proposal


Judul : Baby Proposal
Penulis : Dahlian & Gielda Latifa
Jumlah halaman : 332 halaman
Ukuran : 13 x 19 cm
 
Seandainya ini mimpi buruk, Karina ingin cepat-cepat bangun dan tak ingin mengingatnya lagi…

Tapi kenyataan memilih berlaku kejam kepadanya. Dua garis di testpack yang kini berada ditangannya adalah jawaban tegas : Karina hamil. Dan satu-satunya yang terpikirkan adalah mencari bapak anak ini dan meminta pertanggung jawaban.

Karina tidak berharap dinikahi Daniel. Dia ingin laki-laki itu mengurusinya selama masa kehamilan. Dengan senang hati, dia menyerahkan bayi itu ke tangan Daniel – sesederhana itu.

Namun, berada bersama Daniel membuatnya melihat laki-laki itu dari sisi lain. Sisi lembut dan penuh perlindungan. Sisi yang membuat dadanya berdesir. Perasaan yang mengenalkan Karina pada…cinta. Mungkinkah ini pertanda mimpi buruknya kelak akan berakhir bahagia?

  
Review :
Berawal dari perjalanan liburannya ke Lombok bersama temannya – Dewi, karena memenangkan kuis SMS si sebuah stasiun TV. Karina menggantikan Dewi untuk bertanding minum dengan Daniel, karena ia tidak ingin terjadi hal buruk pada temannya. Hingga akhirnya mereka mabuk berat dan tidak sadar telah berhubungan layaknya suami istri. Saat Karina terbangun, ia shock setelah menyadari apa yang terjadi. Hal serupa terjadi dengan Daniel.  Untuk mempersingkat masalah maka Daniel pun member kartu namanya jika suatu saat terjadi sesuatu pada Karina.

Benar saja, beberapa minggu kemudian Karina mennyadari bahwa dirinya tengah hamil. Ia kemudian menghubungi Daniel dan memintanya bertanggungjawab. Awalnya Daniel tidak percaya dan mengelak namun saat ibunya ternyata dating ke apartemennya, Daniel pun memutuskan untuk bertanggungjawab selama masa kehamilan Karina saja karena Karina sendiri yang memintanya.

Daniel menepati janjinya dengan selalu memperhatikan kondisi Karina dan menjaganya. Seiring berjalannya waktu rasa sayang itu muncul diantara keduanya. Namun, mantan pacar Daniel – Celine, yang telah meninggalkannya dan lebih memilih menikahi pria pilihan orangtuanya akhirnya kembali dan memintanya untuk menjadi kekasihnya lagi, tentu saja setelah Celine menceraikan suaminya.

Mengetahui hal itu Karina merasa sedih dan menghindari Daniel. Daniel setengah mati mencari Karina sampai ia kehabisan akal. Kemudian ia memilih untuk bersembunyi saat Karina pulang kerumah. Ketika akhirnya mereka bertemu, Karina tidak mau bicara kepadanya. Hingga suatu hari, Karina menelepon dalam keadaan gawat karena perutnya sakit dan darah terlihat mengalir melewati kakinya.

Daniel datang secepat kilat dan membawanya ke rumah sakit. Karina merasa terpukul karena ternyata kandungannya harus digugurkan untuk menyelamatkan nyawanya. Apakah dengan gugurnya kandungan karina, Daniel dan Karina akan bersatu? Apalagi ditambah dengan kehadiran Celine yang semakin menambah luka hati Karina…
Karena cinta…tak membutuhkan alasan…

Just read this novel, and you’ll find the answer J